Wednesday, February 17, 2016

Belajar

Renungan pagi
 AKU BELAJAR  
   ​
Aku belajar lebih banyak diam drpd lbh banyak bicara... 
Aku belajar bersabar dr sebuah kemarahan... 
Aku belajar mengalah dr sebuah keegoisan... 
Aku belajar tersenyum dr suatu kesedihan.... 

Friday, February 5, 2016

Uang Milikmu, Tapi Sumber Alam Milik Bersama,

Pesan penting untuk penggemar kuliner. 
Uang Milikmu, Tapi Sumber Alam Milik Bersama 
Ini kesaksian  penuh makna dari seseorang yang punya pengalaman berharga di Jerman. Selamat menyimak: 
Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup foya2. Ketika saya tiba di Hamburg, bersama rekan-rekan kami masuk ke restoran. Kami melihat banyak meja yang kosong. Ada satu meja dmana spasang anak muda sdg makan. Hanya ada 2 piring makanan dan dua kaleng bir di meja mereka. Saya bertanya dalam hati, "apa hidangan yang begitu simple ini bisa disebut romantis?"   

Integritas

Apakah kita dapat dipercaya? Apakah orang lain percaya pada kepemimpinan kita?
Agar dapat memberi dampak terhadap kehidupan orang lain, kita harus menjadi pemimpin yang memiliki
kredibilitas.
Pengertian Kredibilitas.
Kredibilitas adalah alasan yang masuk akal untuk bisa dipercayai. Seorang yang memiliki kredibilitas berarti dapat dipercayai, dalam arti kita bisa memercayai karakter dan kemampuannya.
Sokrates mengatakan, "Kunci utama untuk kejayaan adalah membuat apa yang nampak dari diri kita menjadi kenyataan."
Istilah "integritas" dan "kejujuran" menolong kita dalam mengartikan kredibilitas.
Integritas adalah "keadaan yang merupakan satu kesatuan dan utuh".
Istilah yang paralel artinya dengan integritas (bahasa Ibrani: "tom" atau "tomim") bisa membantu kita untuk memahaminya:
"righteousness" ('kebenaran' dalam Mzm. 7:8); "uprightness" ('kejujuran' dalam Mzm. 25:21);
"without wavering" ('tidak ragu-ragu' dalam Mzm. 26:1

Kasih Ibu sepanjang masa

KISAH NYATA

Di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan.

Mereka yg dibuang ialah orang tua yg sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

PADA s/ hari, ada seorang Pemuda yg berniat membuang ibu-
nya ke hutan, itu karena si ibu sudah lumpuh dan agak pikun.

Si Pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yg kelihatan tak berdaya berusaha
menggapai setiap ranting pohon yg bisa diraihnya lalu mematah-
kannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yg mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yg sangat lebat, si anak menurunkan
ibu tsb dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha me-
nahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan
perbuatan ini terhadap ibunya.

Justru si Ibu yg tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata,
"Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kecil sampai dewasa,
Ibu selalu merawatmu dg segenap cintaku.
Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikit pun.
Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yg kita lalui dg ranting-
ranting kayu. Ibu takut kamu tersesat, ikutilah tanda itu agar kau
selamat sampai di rumah."

Setelah mendengar kata-kata tsb, si anak menangis dg sangat
keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggen-
dongnya u/ membawa si Ibu pulang ke rumah.

Pemuda tsb akhirnya merawat Ibu yg sangat mengasihinya sampai
ibunya meninggal.

Orang tua BUKAN BARANG RONGSOKAN yg bisa dibuang atau
diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. Karena saat engkau sukses a/ saat engkau dalam keadaan susah, hanya orang tua yg
mengerti kita dan bathinnya akan menderita kalau kita susah.

'Orang tua' tidak pernah meninggalkan kita, bagaimana pun keadaan kita, walau pun kita pernah kurang ajar kepada orang tua.
Namun 'orang tua' kita akan tetap mengasihi kita sampai kapan pun.

MULAI sekarang, mari kita lebih mengasihi 'orang tua' kita selagi
mereka masih hidup. Kasih orang tua TAK TERBATAS..dalam suka..dan duka..sampai kapan pun

Selamat semangat

Cara Tuhan yg tak terduga

KISAH NYATA
"SECANGKIR TEH SELAMAT DATANG" ...
Diterjemahkan dr "WELCOME CUP OF TEA" share by a Soldier
Sebuah kelompok berisikan 15 tentara yg dipimpin oleh seorg Mayor sdg menuju sebuah Pos di Himalaya di mana mrk akan ditempatkan selama 3 bln ke depan.
Grup yg akan dibebas tugaskan menunggu dgn gelisah.
Cuaca yg dingin dan salju yg turun sesekali membuat pendakian yg berbahaya tsb semakin sulit.
Andai saja ada yg berjualan teh, pikir sang Mayor, meskipun Ia tahu itu adalah harapan yg sia2.
Mereka melanjutkan perjalanan lagi selama 1 jam hingga akhirnya mrk menemukan sebuah bangunan tua yg sdh bobrok, yg terlihat spt kedai teh namun terkunci. Saat itu hari sdh larut malam.