Saturday, November 22, 2014

Be Strong In The Lord


Slamat Sabat bagi kita smua,
Pada  hari ini kita patut mengucap syukur pada Tuhan atas kasihNya yang kembali mengingatkan kita tentang satu hal, Be Strong In the Lord.
Satu kata sederhana namun memilki arti yang mendalam bagi kehidupan seorang Kristen.


Apa makna Be Strong In The Lord bagi kita pada saat ini?

1.      Membuang rasa Kuatir
Rasa Kuatir ada akibat dosa..
Rasa Kuatir akan memperkembang pemikiran negative
Rasa Kuatir akan menurunkan semangat hidup
Rasa Kuatir tidak pernah menyelesaikan masalah.

Kamu berkata, "Itu tidak mungkin."
Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27)
Kamu berkata, "Tidak ada seorangpun yang mencintai aku."
Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34)
Kamu berkata, "Aku tidak mengerti."
Tuhan berkata, "Aku akan menuntun langkah-langkahmu." (Amsal 3:5-6)
Kamu berkata, "Aku tidak bisa melakukannya."
Tuhan berkata, "Kamu bisa melakukan semuanya."
(Filipi 4:13)
Kamu berkata, "Aku tidak bisa mengatasi."
Tuhan berkata, "Aku akan menyediakan kebutuhanmu." (Filipi 4:19)
Kamu berkata, "Aku takut."
Tuhan berkata, "Aku tidak memberikan padamu roh ketakutan." (II Timotius 1:7)
Kamu berkata, "Aku selalu kuatir dan frustasi."
Tuhan berkata, "Serahkan segala kekuatiranmu kepadaku." (I Petrus 5:7)
Kamu berkata, "Aku tidak mempunyai iman yang kuat."
Tuhan berkata, "Aku memberi setiap orang iman menurut ukurannya." (Roma 12:3)

Kamu berkata, "Aku tidak pandai."
Tuhan berkata, "Aku memberikan padamu hikmat." (I Korintus 1:30)
Kamu berkata, "Aku merasa aku sendirian."
Tuhan berkata, "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu atau membiarkanmu." (Ibrani 13:5)

2.      Percaya, Penuh Pada Firman Allah

Satu kali ada seorang pandai namun meragukan Firman Allah berkata pada seorang wanita tua yang beriman
“nek tentunya nenek tidak percaya cerita alkitab tetang Yunus yang ditelan ikan Paus,  yang tidak mausk akal itu bukan?

Wanita yang terkenal di seluruh pedesaan karena kesalehan serta perbuatan baiknya itu menjawab “Ya, saya percaya itu, dan seandainya Allah mengatakan bahwa Yunus menelan ikan Paus, saya juga akan percaya itu, karena saya tahu Bapa di Surga tidak pernah berdusta, dan tidak ada satupun yang mustahil bagiNya,
Akhrinya orang yang meragukan Allah itu segera menyingkir tanpa berkata apa-apa lagi.
Harga Sebuah Mujizat

Sally baru berumur 8 tahun, saat ia mendengar ayah dan ibunya berbicarabtentang adiknya, Georgi, yang sedang sakit keras dan mereka telahbmelakukan segala cara sebatas kemampuan untuk mengobatinya.
Hanya tinggal operasi yang sangat, sangat mahal yang dapat membantuadiknya dan itu sangat sukar karena keterbatasan keuangan keluarga Sally.

Sally mendengar ayahnya berbisik dengan putus asa, "Hanya tinggal mujizat yang dapat menyelamatkan Georgi."

Sally kembali ke ruang tidurnya dan mengambil tabungan dari tempat ia menyembunyikannya. Ia mengeluarkan semua uang receh yang ada dan menghitungnya dengan seksama.

Tiga kali ia menghitung karena jumlahnya harus benar-benar tepat. Tidak bisa ada kemungkinan berbuat salah.

Ia membungkus uang receh itu dalam sapu tangannya, lalu ia menyelinap keluar dari rumah dan menuju ke apotik terdekat.

Sally menunggu dengan sabar sampai apoteker dapat memberi perhatian padanya, tetapi  poteker  sedang sibuk bicara dengan seorang yang perlente, dia itu tidak mau direpotkan oleh seorang anak umur 8 tahun.

Sally menggesekkan kakinya dilantai serta berdehem beberapa kali untuk menarik perhatian, tidak ada hasilnya.

Lalu ia mengambil sekeping uang receh dari bungkusan sapu tangan dan memukulkannya pada konter kaca.

Tindakan itu berhasil. "Dan apa yang kau kehendaki?", apoteker itu bertanya dengan nada suara yang tinggi karena merasa terganggu.
"Aku hendak berbicara dengan Bapak mengenai saudaraku," jawab Sally dengan nada suara yang juga tinggi.
"Saudaraku sakit..... dan aku mau membeli suatu mujizat."

"Ayahku berkata hanya sebuah mujizat yang dapat menyelamatkan adikku
sekarang ini, maka berapa harga sebuah mukjizat?"

"Maafkan aku," kata apoteker itu."Disini kami tidak menjual mujizat,
gadis kecil. Aku tidak dapat membantumu."
"Dengar, aku mempunyai uang untuk membayarnya. Hanya katakan saja padaku
berapa harga mujizat itu?"

Orang perlente itu membungkuk dan bertanya,
"Apa mujizat yang dibutuhkan adikmu itu?"
"Aku tidak tahu," jawab Sally.
Sebutir airmata mulai mengalir dari matanya.
"Aku hanya tahu adikku sakit keras dan ibu mengatakan dia perlu dioperasi.
Tetapi keluargaku tidak mampu untuk membiayainya,
tetapi aku mempunyai uangku sendiri."

"Berapa uang yang kaumiliki?", tanya orang perlente itu.
"Satu dollar dan sebelas sen," jawab Sally dengan bangga.
"Dan itu adalah semuanya yang kumiliki di dunia ini."
"Tentu, ini suatu kebetulan," jawab orang perlente sambil tersenyum.
"Satu dolar dan sebelas sen, harga yang tepat untuk sebuah mujizat untuk menolong seorang adik."

Ia mengambil uang Sally dengan satu tangan, sambil tangan lain menggapai
tangan Sally sambil berkata "Bawalah aku ke rumahmu. Aku ingin melihat
adikmu dan berjumpa dengan kedua orang tuamu."
Orang perlente itu adalah Dr. Carlton Armstrong, ahli bedah yang ternama
dan mengkhususkan diri dalam penyakit Georgi.

Operasi dilakukan tanpa biaya dan tidak lama kemudian Georgi pulang
kembali ke rumah dan berangsur mulai sembuh.

Ayah dan ibu Sally berbicara dengan bahagia tentang rangkaian
peristiwa-peristiwa sehingga itu semua terjadi.

"Operasi itu,'" bisik ibu."Bagaikan mujizat. Aku sebenarnya ingin tahu
berapa biaya operasi itu sesungguhnya"
Sally tersenyum sendiri. Ia mengetahui berapa harga sebuah mujizat, satu
dolar dan sebelas sen ditambah iman seorang gadis kecil.

Disadur dari "Faith is: A Fantastic Adventure In Trusting Him"
3.      Mengucap Syukur dalam segala hal

I Tesalonika  5 :18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.


ILUSTRASI: JANGAN HANYA MELIHAT DENGAN MATA

Dua malaikat yang sedang melakukan perjalanan ke luar kota, singgah pada rumah seorang yang kaya raya. Keluarga tersebut kasar dan tidak mengijinkan kedua malaikat tersebut tidur di dalam rumah esar mereka. Sebagai gantinya, mereka menyuruh kedua malaikat tersebut tinggal di gudang bawah tanah mereka yang dingin, kotor, tanpa pemanas.

Ketika sedang menyiapkan tempat tidur mereka, malaikat yang lebih tua melihat sebuah lubang di dinding, lalu memperbaikinya. Ketika malaikat yang lebih muda bertanya, malaikat yang tua itu menjawab: "Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya."

Malam berikutnya, kedua malaikat tersebut menginap di sebuah keluarga petani yang miskin, tetapi sangat ramah. Setelah berbagi makanan yang serba sedikit, pasangan petani tersebut mempersilakan kedua malaikat tersebut tidur di tempat tidur mereka, sedangkan mereka sendiri tidur di lantai.

Ketika matahari muncul di ufuk timur keesokan paginya, mereka menemukan pasangan petani tersebut sedang menangis sedih. Ternyata, sapi yang merupakan satu-satunya sumber penghidupan mereka, yang memberikan susu setiap pagi, tergeletak mati di pinggir ladang mereka.

Malaikat muda menjadi marah kepada malaikat tua, katanya: "Mengapa engkau tega melakukan semua ini kepada mereka? Mengapa engkau membiarkan semua ini terjadi? Kemarin kita mendapat kesempatan untuk menginap di rumah seorang kaya raya. Kita dibiarkan tidur di gudang yang kotor dan dingin, tetapi kamu masih membantu mereka dengan memperbaiki dindingnya yang bolong. Malam ini kita menginap di rumah seorang petani miskin yang begitu ramah dan mau berbagi, tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu biarkan sapi yang merupakan satu-satunya sumber hidup, mati. Maumu apa, sih? "

Malaikat tua menjawab singkat: "Tidak semua hal itu sebagaimana tampaknya."

Ketika malaikat muda mendesak untuk menjelaskan, malaikat tua berkata: "Waktu kita menginap di tempat orang kaya kemarin, aku melihat sebuah lubang di dinding. Di dalamnya ada kepingan emas. Tetapi karena orang kaya tersebut sangat tamak, tidak mau berbagi, dan tidak bisa ramah kepada orang lain, maka dinding tersebut kututup. Biar mereka tidak tahu dan tidak dapat mengambil emas tersebut. Lalu malam ini, ketika kita tidur di ranjang Pak Tani, dan mereka mengalah tidur di lantai, malaikat maut datang hendak mengambil isteri petani itu. Tetapi aku belokkan dan sebagai gantinya, malaikat maut itu mengambil sapi Pak Tani."

Tidak semua hal itu seperti bagaimana tampaknya. Terkadang kejadian di sekitar kita juga begitu. Jika kamu memiliki iman, kamu harus percaya bahwa semua hal merupakan keberuntunganmu, meskipun mungkin kita tidak menyadarinya.

No comments:

Post a Comment