Thursday, December 23, 2021

Kita Mewarisi Kerajaan Itu

Kamis, 23 Des 2021

Kita Mewarisi Kerajaan Itu

"Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan" – Matius 25: 34.

Setiap perbuatan kita dalam menolong umat Allah akan diberi upah seperti yang telah dilakukan kepada-Nya.

Pada hari perhitungan yang terakhir, Kristus tidak menghadapkan kepada manusia pekerjaan besar yang Dia telah lakukan bagi mereka dalam menyerahkan nyawa-Nya untuk tebusan mereka. Dia menghadapkan kepada mereka suatu pekerjaan setia yang mereka telah lakukan bagi-Nya. Betapa kasih yang melampaui! Dia bahkan menyebut pekerjaan mereka yang tidak percaya kepada Tuhan, yang tidak beroleh pengetahuan jelas akan hukum Tuhan, tetapi yang telah melakukan bahkan perkara-perkara yang dituntut oleh hukum itu, oleh karena mereka telah memperhatikan suara yang berbicara kepada mereka dalam perkara alam. Apabila Roh Suci menanamkan Roh Kristus di dalam hati orang yang liar itu, lalu Dia menolong hamba-hamba Allah, dengan cepat rasa belas kasihan itu bertentangan dengan sifatnya yang sebenarnya, bertentangan dengan pendidikannya. Anugerah Allah, yang bekerja atas pikiran yang digelapkan, telah melembutkan sifat liar yang tidak diajar oleh hikmat manusia.

Kristus menanamkan anugerah dalam hati orang yang liar itu, dan dia pun dapat melayani keperluan misionaris, bahkan sebelum dia mendengar atau memahami perkataan kebenaran dan kehidupan. Lihatlah rombongan yang berkumpul di sekeliling hamba Allah bermaksud mencelakakan hamba Allah itu! Tetapi Tuhan sedang bekerja di hati dan pikiran seseorang yang memohon sesuatu demi hamba-Nya; dan setelah musyawarah perang itu menentukan supaya menghancurkan nyawa orang Kristen itu, pengantaraan orang liar tersebut mengubah keputusan itu, dan nyawanya pun terselamatkan. Oh, suatu kasih yang ditujukan bagi orang liar itu untuk perbuatan ini! Kepada orang yang demikian Kristus berkata, pada hari penghakiman: "Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku." "Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan."

Saturday, December 18, 2021

Mereka Yang Mati dalam Kristus Bangkit Lebih Dahulu



Renungan Pagi, Sabat, 18 Desember 2021

Mereka Yang Mati dalam Kristus Bangkit Lebih Dahulu

"Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit" – 1 Tesalonika 4: 16.

Sang Pemberi hidup itu akan memanggil milik tebusan-Nya pada kebangkitan yang pertama, dan hingga saat kemenangan itu, ketika sangkakala yang terakhir berbunyi dan tentara besar keluar untuk kemenangan kekal, setiap orang saleh yang tidur akan disimpan dengan selamat dan akan dijaga sebagai permata yang indah, yang dikenal oleh Allah dengan namanya. Oleh kuasa Juruselamat yang diam di dalam mereka ketika mereka masih hidup dan oleh sebab mereka adalah orang yang beroleh bagian sifat Ilahi, mereka dibangkitkan dari antara orang mati.

"Saatnya akan tiba", kata Kristus, "bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya." Suara itu akan bergema di seluruh tempat kediaman orang-orang mati; dan setiap orang saleh yang tidur di dalam Yesus akan bangkit dan meninggalkan rumah penjaranya. Kemudian karakter indah yang telah kita terima dari kebenaran Kristus akan menyatukan kita dengan kebesaran sejati dari kekuasaan tertinggi.

Kemenangan orang-orang saleh yang tidur itu akan mulia pada pagi hari kebangkitan itu....Sang Pemberi hidup itu akan memahkotakan kekekalan kepada semua orang yang keluar dari dalam kubur itu.

Di sanalah berdiri kumpulan yang dibangkitkan itu. Pikiran terakhir mereka adalah tentang kematian dan segala penderitaannya. Pikiran terakhir yang ada pada mereka adalah kubur dan maut, tetapi sekarang mereka menyerukan, "Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" Di sinilah mereka berdiri dan penyelesaian terakhir akan kekekalan hidup sekarang diberikan ke pada mereka dan mereka pun naik hendak bertemu dengan Tuhannya di udara .... Di sana juga ada barisan-barisan malaikat pada kedua sisi; kemudian paduan suara malaikat membunyikan nada kemenangan dan malaikat-malaikat yang di dalam kedua sisi barisan itu menyambut nyanyian itu lalu kumpulan tebusan itu turut menyanyi seolah-olah mereka telah menyanyikan nyanyian itu di bumi, dan memang mereka pernah menyanyikannya. Oh, betapa musik yang luar biasa! Tidak ada satu pun suara yang tidak harmonis. Setiap suara memproklamirkan, "Anak Domba yang disembelih itu layak." Dia memandang penderitaan jiwa-Nya dan telah dipuaskan.

Thursday, December 16, 2021

Kristus Datang dengan Kuasa dan Kemuliaan Besar

Kamis, 16 Des 2021

Kristus Datang dengan Kuasa dan Kemuliaan Besar

"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya" – Matius 25: 31.

Tidak ada bahasa manusia yang dapat menggambarkan pemandangan kedatangan Anak Manusia yang kedua kali di atas awan-awan .... Dia akan datang dengan jubah terang, yang telah dipakai-Nya sejak zaman kekekalan. Malaikat-malaikat akan menyertai Dia. Sepuluh ribu kali sepuluh ribu akan mengawal Dia dalam perjalanan-Nya. Bunyi terompet akan kedengaran, memanggil orang mati yang tidur dari dalam kubur. Suara Kristus akan menembus kubur itu, dan menembus telinga orang-orang mati itu, "bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan keluar dan bangkit."

Kristus datang dengan kuasa dan kemuliaan besar. Ia datang dengan kemuliaan-Nya sendiri, dan dengan kemuliaan Bapa. Dan malaikat-malaikat yang suci akan menyertai Dia dalam perjalanan-Nya. Sementara seluruh dunia terbenam dalam kegelapan, akan ada terang dalam setiap tempat kediaman orang-orang saleh. Mereka akan menangkap terang yang pertama dari kedatangan-Nya yang kedua kali itu. Terang yang tidak tercemar akan bersinar dari kemuliaan-Nya, dan Kristus Penebus itu akan dikagumi oleh semua orang yang telah melayaniNya. Sementara orang-orang jahat itu lari, pengikut-pengikut Kristus akan bersukaria di dalam hadirat-Nya.

"Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. Dia akan disertai oleh segala penghuni surga ....Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya."

Hanya hingga kedatangan Kristus secara pribadilah yang dapat membuat umat-Nya menerima kerajaan itu. Manusia dalam keadaannya yang sekarang ini fana, dapat hancur; tetapi kerajaan Allah itu tidak akan hancur, kekal selama-lamanya. Oleh sebab itu manusia yang dalam keadaannya sekarang tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. Tetapi apabila Yesus datang, Dia menganugerahi keadaan baka kepada umat-Nya; kemudian memanggil mereka untuk mewarisi kerajaan itu yang sampai saat ini mereka hanyalah pewaris.

Tuesday, December 14, 2021

Waktu Percobaan Sudah Mau Selesai

Selasa, 14 Des 2021

Waktu Percobaan Sudah Mau Selesai

"Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" – Wahyu 22: 11.

Semua orang yang mau supaya namanya tetap ada dalam kitab kehidupan, seharusnya sekarang, pada beberapa hari percobaan ini, bergumul dalam jiwanya di hadapan Allah oleh dukacita karena dosa, dan memiliki pertobatan yang benar. Harus ada penyelidikan hati yang dalam dan jujur. Roh yang ringan dan semberono yang dimanjakan begitu banyak orang yang mengaku dirinya Kristen haruslah dijauhkan. Ada suatu peperangan yang serius di hadapan semua orang yang akan menaklukkan segala kecenderungan jahat yang sedang berusaha hendak beroleh kemenangan. Pekerjaan persediaan adalah suatu pekerjaan perorangan. Kita tidak diselamatkan dalam rombongan. Kesucian dan penyerahan seseorang tidak akan mengimbangi kualitas kesucian dan penyerahan orang yang lain. Masing-masing orang harus diuji, dan harus ditemukan tidak bercela atau memiliki kekurangan atau sejenisnya.

Pemandangan yang berhubungan dengan penutupan pekerjaan penebusan ini sangatlah serius. Segala kepentingan yang terkait di dalamnya sangatlah penting. Penghakiman itu sedang terjadi di dalam bait suci surgawi. Di hadapan hadirat Allah yang dahsyat, hidup kita harus diperiksa.

Apabila pekerjaan pemeriksaan penghakiman itu berakhir, nasib semua orang pasti telah diputuskan apakah untuk hidup atau mati. Saat percobaan itu berakhir beberapa saat sebelum kedatangan Tuhan di atas awan-awan di langit. Berbahayalah keadaan mereka yang menjadi ragu-ragu dalam kewaspadaannya, dengan berbalik kepada segala daya tarik dunia ini. Sementara seorang pengusaha sedang sibuk dalam mengejar keuntungannya, sementara orang yang menggemari kepelisiran mencari pemanjaan diri, sementara para anak perempuan mode, mengutak-atik berbagai perhiasannya--boleh jadi pada saat itulah Hakim segenap bumi akan mengucapkan keputusSelasa, 14 Des 2021

Waktu Percobaan Sudah Mau Selesai

"Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" – Wahyu 22: 11.

Semua orang yang mau supaya namanya tetap ada dalam kitab kehidupan, seharusnya sekarang, pada beberapa hari percobaan ini, bergumul dalam jiwanya di hadapan Allah oleh dukacita karena dosa, dan memiliki pertobatan yang benar. Harus ada penyelidikan hati yang dalam dan jujur. Roh yang ringan dan semberono yang dimanjakan begitu banyak orang yang mengaku dirinya Kristen haruslah dijauhkan. Ada suatu peperangan yang serius di hadapan semua orang yang akan menaklukkan segala kecenderungan jahat yang sedang berusaha hendak beroleh kemenangan. Pekerjaan persediaan adalah suatu pekerjaan perorangan. Kita tidak diselamatkan dalam rombongan. Kesucian dan penyerahan seseorang tidak akan mengimbangi kualitas kesucian dan penyerahan orang yang lain. Masing-masing orang harus diuji, dan harus ditemukan tidak bercela atau memiliki kekurangan atau sejenisnya.

Pemandangan yang berhubungan dengan penutupan pekerjaan penebusan ini sangatlah serius. Segala kepentingan yang terkait di dalamnya sangatlah penting. Penghakiman itu sedang terjadi di dalam bait suci surgawi. Di hadapan hadirat Allah yang dahsyat, hidup kita harus diperiksa.

Apabila pekerjaan pemeriksaan penghakiman itu berakhir, nasib semua orang pasti telah diputuskan apakah untuk hidup atau mati. Saat percobaan itu berakhir beberapa saat sebelum kedatangan Tuhan di atas awan-awan di langit. Berbahayalah keadaan mereka yang menjadi ragu-ragu dalam kewaspadaannya, dengan berbalik kepada segala daya tarik dunia ini. Sementara seorang pengusaha sedang sibuk dalam mengejar keuntungannya, sementara orang yang menggemari kepelisiran mencari pemanjaan diri, sementara para anak perempuan mode, mengutak-atik berbagai perhiasannya--boleh jadi pada saat itulah Hakim segenap bumi akan mengucapkan keputusan, "tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan."

Dengan diam -diam, tidak disadari seperti pencuri pada tengah malam, akan datang saat yang menentukan, yang menandai penetapan nasib setiap orang, penarikan terakhir dari kemurahan Tuhan diberikan kepada manusia bersalah. "Karena itu berjaga-jagalah, supaya kalau ia tiba-tiba datang, jangan kamu didapatinya sedang tiduran, "tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan."

Dengan diam -diam, tidak disadari seperti pencuri pada tengah malam, akan datang saat yang menentukan, yang menandai penetapan nasib setiap orang, penarikan terakhir dari kemurahan Tuhan diberikan kepada manusia bersalah. "Karena itu berjaga-jagalah, supaya kalau ia tiba-tiba datang, jangan kamu didapatinya sedang tidur.

Monday, December 13, 2021

Dia Akan Menjadi Perlindungan Kita

Senin, 13 Des 2021

Dia Akan Menjadi Perlindungan Kita

"Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu" – Mazmur 27: 5.

Ada sukacita dan penghiburan bagi orang Kristen yang tulus dan setia, yang tidak diketahui oleh dunia ini. Bagi mereka itu adalah misteri. Pengharapan orang Kristen itu besar dengan kekekalan dan penuh dengan kemuliaan. Pengharapan itu masuk ke dalam di belakang tirai, dan juga sebagai jangkar bagi jiwa, tetap dan teguh. Maka apabila badai murka Allah dituangkan atas mereka yang jahat, pengharapan ini tidak akan gagal bagi mereka yang tulus, karena mereka bersembunyi dengan rahasia dalam pondok-Nya.

Ada masa kesukaran di hadapan kita; penghakiman Allah sedang datang atas dunia kita ini. Bangsa-bangsa dunia akan gemetar. Akan ada pencobaan dan kebingungan pada segala pihak; hati manusia pun mati karena ketakutan. Dan apakah yang akan kita lakukan pada hari itu? Meskipun bumi terhuyung-huyung seperti orang mabuk dan bergoncang-goncang seperti pondok tempat orang bermalam, jika kita menaruh pengharapan kita pada Allah, Dia akan melepaskan kita. "Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa." "Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu....sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu."

Kristus melihat akhir peperangan itu. Peperangan itu sedang berkecamuk semakin lama semakin ganas. Segera Dia yang berhak atasnya akan datang, dan akan mengambil sebagai milik-Nya segala sesuatu dalam dunia kita ini. Segala kebingungan di dunia kita ini, segala kekejaman dan kejahatan, adalah kegenapan dari perkataan Kristus. Semuanya itu adalah tanda-tanda kedatanganNya yang sudah dekat. Pada hari kedatangan-Nya itu, Kristus akan memelihara orang-orang yang telah mengikut Dia, yang adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Dia telah menjanjikan Diri-Nya menjadi perlindungan bagi mereka. Dia berkata kepada mereka, masuklah ke dalam tempat peristirahatan yang aman untuk sesaat, dan bersembunyilah di sana hingga Aku selesai membersihkan bumi dari kejahatannya.

Saturday, December 11, 2021

Kita Menyegerakan Kedatangan-Nya oleh Kehidupan Suci

Renungan Pagi, Sabat, 11 Desember 2021

Kita Menyegerakan Kedatangan-Nya oleh Kehidupan Suci

"... betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah" –2 Petrus 3: 11, 12.

Banyak orang yang mengaku sedang menunggu-nunggu kedatangan Kristus yang segera sedang semakin menjadi serupa dengan dunia ini, dan yang sedang mencari lebih banyak tepuk tangan orang yang di sekelilingnya, daripada persetujuan Allah.

Banyak dari orang-orang ini yang mengaku dirinya Kristen, berpakaian, berbicara, dan bertindak seperti dunia, dan satu-satunya hal oleh mana mereka boleh dikenal, ialah melalui pernyataan iman mereka. Meskipun mereka mengaku sedang menanti-nantikan Kristus, percakapan mereka bukanlah di surga, melainkan di perkara duniawi.

"Betapa seharusnya mereka suci dan salehnya", yang mengaku sedang "menantikan dan mempercepat kedatangan Hari Allah?" 2 Petrus 3: 11, 12

Jalan ke surga itu berbatu-batu. Duri-duri dan onak ada di tengah jalan; tetapi kita dapat dengan sukacita melalui jalan yang berbatu-batu itu, karena mengetahui bahwa Yesus, Raja kemuliaan, pernah berjalan di sana sebelum kita. Kita akan bersukacita karena kita dapat mengikuti jejak kaki-Nya, dan menjadi orang-orang yang beroleh bagian dengan Dia dalam kesengsaraan-Nya, agar kita pada akhirnya boleh mendapat kemuliaan-Nya.

Bagaimana jika celaan ditimpakan kepada saya, bahkan oleh mereka yang mengaku sedang menunggu kedatangan Tuhan?... Apakah saya akan mengeluh, sedangkan Yesus menderita ejekan dan hinaan bangsa-Nya sendiri?...Tidak, saya tidak akan mengeluh; gantinya saya akan bersukacita dan sangat bergembira sebab saya diperhitungkan layak menanggung celaan karena Kristus, sehingga upah saya ada di surga. Hanya dengan mengizinkan saya beroleh satu warisan dalam kemuliaan, maka itu pun cukuplah.

Hendaklah kita berusaha menjadi orang Kristen (seperti Kristus) dalam segala makna sebenarnya dari kata itu, dan biarlah pakaian kita, percakapan dan perbuatan kita mengajarkan bahwa Kristus ada terbentuk di dalam batin, pengharapan kemuliaan, dan bahwa kita pun sedang menantikan pengharapan berkat dan mulia atas kedatangan Yesus. Segala keinginan, kepentingan, harta benda, semuanya yang saya miliki, ada dalam dunia cemerlang yang akan datang itu. Saya ingin sekali memandang Raja itu dalam kemuliaan- Nya.

Renungan Pagi 2021

Friday, December 10, 2021

Peganglah Teguh dan Bersedia

Jumat, 10 Des 2021

Peganglah Teguh dan Bersedia

"Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu" –Wahyu 3: 3.

Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah (peganglah teguh) itu dan bertobatlah!" Mereka yang telah dilahirkan kembali mengingat dengan sukacita dan kegembiraan mengenai bagaimana mereka telah menerima terang surga, dan betapa mereka ingin memberitahukan kepada setiap orang mengenai kebahagiaannya itu.

"Peganglah teguh." Ini tidak berarti, peganglah teguh segala dosamu; melainkan peganglah teguh sukacita, iman, harapan, yang telah diberikan Allah kepadamu dalam firman-Nya. Janganlah sekali-kali tawar hati. Seorang yang tawar hati tidak dapat melakukan suatu apa pun. Setan sedang berusaha hendak menawarkan hatimu, memberitahumu bahwa tidak ada gunanya melayani Allah, bahwa tidak ada manfaatnya, dan lebih baik beroleh kesenangan dan kesukaan dalam dunia ini. Tetapi "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?" Engkau mungkin dapat memiliki kesenangan duniawi dengan mengorbankan dunia baru yang akan datang; tetapi mampukah engkau membayar harga yang demikian? Kita perlu "pegang teguh" dan hidup sesuai dengan terang yang kita terima dari surga. Mengapa? Oleh karena Allah mau agar kita memahami kebenaran kekal, dan bertindak sebagai tangan penolongNya dengan membagikan terang itu kepada mereka yang masih belum mengetahui kasih-Nya bagi mereka. Apabila engkau menyerahkan diri kepada Kristus, engkau sedang mengadakan suatu janji di hadapan hadirat Bapa, Anak, dan Roh Suci--tiga Pribadi agung dalam surga. "Peganglah teguh'' perjanjian ini.

Musuh tidak akan pernah mengambil dari tangan Kristus orang yang dengan tulus berharap pada segala janji-Nya. Jikalau jiwa itu berharap dan bekerja dengan taat, maka pikiran pun sanggup menerima kesan Ilahi, dan terang Allah bersinar ke dalamnya, menerangi pengertian. Betapa indahnya hak istimewa yang kita miliki dalam Kristus Yesus!

Kita harus berjaga-jaga dengan waspada untuk kedatangan Tuhan. Setiap saat haruslah dipergunakan dengan setia. "Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

Thursday, December 9, 2021

Dan Upah-Nya Ada Pada-Nya

Kamis, 09 Des 2021

Dan Upah-Nya Ada Pada-Nya

"Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya" –Wahyu 22: 12.

Pekerjaan kita di dunia ini akan segera berakhir, dan setiap orang akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya. Kepada saya telah ditunjukkan upah mereka yang saleh itu, yakni warisan yang kekal, dan melihat bahwa mereka yang telah menderita paling banyak oleh karena kebenaran, tidak akan berpikir bahwa mereka telah mengalami suatu masa yang sukar, melainkan akan menghitung surga itu dengan cukup murah.

Setiap hari memiliki beban tersendiri mengenai catatan segala kewajiban yang tidak dilaksanakan, atas kelalaian, atas kekikiran, atas penyesatan, atau penipuan, atau pengambilan untung yang terlalu banyak. Alangkah besarnya jumlah pekerjaan kejahatan untuk hukuman yang terakhir itu! Apabila Kristus datang. Betapa penyingkapan mengenai sesuatu yang akan terjadi saat itu!

Setiap perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk, dan pengaruhnya atas orang-orang lain, diketahui jelas oleh Penyelidik segala hati, yang kepadaNya segala rahasia dinyatakan. Dan upah itu akan sesuai dengan motif dorongan hati yang menggerakkan perbuatan itu.

Kedatangan Kristus sudah dekat dan sangat cepat. Waktu untuk bekerja adalah singkat adanya, pria dan wanita sedang binasa. Kita memerlukan kuasa Allah yang mempertobatkan untuk memegang kita, agar kita boleh mengerti segala keperluan dunia yang hendak binasa ini. Beban pekabaran saya kepada anda adalah: Bersedialah, bersedialah hendak bertemu dengan Tuhan. Nyalakanlah lampumu, dan biarlah terang kebenaran itu bercahaya ke simpang jalan dan tempat-tempat. Ada satu dunia yang harus diberikan amaran tentang akhir segala sesuatu yang sudah sangat dekat.

Kita memerlukan hadirat Roh Suci Allah bersama kita, agar hati kita boleh dilembutkan dan agar kita jangan membawa roh yang kasar ke dalam pekerjaan itu. Saya berdoa agar Roh Suci boleh menguasai hati kita dengan sepenuhnya. Hendaklah kita berlaku seperti anak-anak Allah yang sedang memandang kepada-Nya untuk nasihat, bersedia untuk menjalankan segala rencana-Nya di mana saja dihadapkan. Allah akan dipermuliakan oleh suatu umat yang sedemikian rupa, dan mereka yang menyaksikan semangat kita akan berkata: Amin dan amin.

Wednesday, December 8, 2021

Mengalahkan Dunia oleh Iman

Rabu, 08 Des 2021

Mengalahkan Dunia oleh Iman

"Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita" –1 Yohanes 5: 4.

Dewasa ini setan menawarkan penggodaan serupa yang dihadapkannya kepada Kristus, menawarkan kepada kita segala kerajaan dunia ini sebagai balasan kesetiaan kita. Tetapi bagi orang yang memandang kepada Yesus sebagai penyempurna imannya, segala penggodaan setan tidak berkuasa. Setan tidak dapat menyebabkan dosa bagi orang yang mau menerima dengan iman segala kebaikan Tuhan, yang pernah dicobai dalam segala perkara sama seperti kita, namun tidak berdosa.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Mereka yang bertobat dari dosanya dan menerima karunia hidup Anak Allah, tidak dapat dikalahkan. Dengan berpegang teguh oleh iman akan sifat Ilahi itu, dia pun dapat menjadi anak-anak Allah. Dia berdoa, dia percaya. Apabila tergoda dan dicobai, dia menuntut kuasa bahwa Kristus telah mati agar kuasa itu diberikan kepadanya, lalu mengalahkan dosa itu oleh anugerah-Nya. Inilah yang perlu dimengerti oleh setiap orang berdosa. Dia harus bertobat dari dosa-dosanya, dia harus percaya dalam kuasa Kristus, dan menerima kuasa tersebut untuk menyelamatkan dan memelihara dia dari dosa.

Orang Kristen itu tidaklah menyimpan segala kebiasaannya yang buruk dan menyayangi segala cacat tabiatnya; melainkan roh pikirannya diperbarui menurut rupa Ilahi. Apa pun yang menjadi kecacatan sifatmu, Roh Tuhan akan menyanggupkan engkau melihat semuanya, dan anugerah akan diberikan kepadamu yaitu bahwa segala kecacatan dapat dikalahkan. Oleh jasa darah Kristus engkau boleh menjadi seorang pemenang, ya, lebih dari seorang pemenang.

Kebenaran itu harus dimasukkan ke dalam jiwa, dan akan mengerjakan penyucian tabiat. Kebenaran itu akan menghaluskan, dan meninggikan hidup, dan menjadikan engkau layak untuk masuk ke dalam tempat-tempat kediaman di mana Yesus telah pergi untuk menyediakannya, bagi orang-orang yang mengasihi Dia.

Surga bernilai segala sesuatu bagi kita, maka jikalau kita kehilangan surga, kita pun kehilangan segala-galanya.

Tuesday, December 7, 2021

Jadilah Tidak Bercela

Selasa, 07 Des 2021

Jadilah Tidak Bercela

"Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela" –Wahyu 14: 5.

Dosa adalah suatu hal yang sangat dibenci. Dosa merusak keindahan moral dari banyak malaikat. Dosa itu telah masuk ke dunia kita ini, dan hampir menghapuskan citra Allah dalam manusia. Tetapi dalam kasih-Nya yang besar, Allah menyediakan satu jalan bahwa manusia dapat memperoleh kembali posisi dari mana ia jatuh karena menyerah kepada penggoda itu. Kristus datang untuk berdiri sebagai kepala bagi kemanusiaan, untuk melaksanakan atas nama kita suatu tabiat yang sempuma. "Berapa pun orang yang menerima Dia, kepada merekalah diberikan hak menjadi anak-anak Allah."

Apakah yang dituntut Tuhan dari ahli waris-Nya yang telah dibeli dengan darah-Nya itu? Penyucian seluruh keadaan--kesucian yang seperti kesucian Kristus, persesuaian yang sempurna kepada kehendak Allah. Ke dalam kota suci di mana tidak akan dapat masuk sesuatu yang menajiskan, atau dusta.

Kita dapat menyatakan rupa Tuhan kita yang Ilahi itu. Kita dapat mengetahui ilmu pengetahuan kehidupan rohani. Kita dapat menghormati Pencipta kita.

Lebih tinggi daripada yang dapat dicapai oleh pikiran manusia yang tertinggi, itulah cita-cita Allah bagi anak-anak-Nya. Allah menginginkan agar pikiran kita bersih, perangai kita manis, kasih berlimpah. Kemudian kedamaian yang melampaui segala akal itu akan mengalir dari diri kita untuk memberkati semua orang yang berhubungan dengan kita. Suasana yang mengelilingi jiwa kita akan menyegarkan.

Banyak orang yang berpegang kepada kebenaran hanya dengan ujung jari tangannya. Waktu indah yang seharusnya digunakan dalam membicarakan kuasa Juruselamat yang menyelamatkan, sedang dihabiskan oleh banyak orang dalam membicarakan informasi yang jahat. Kecuali mereka mengadakan suatu perubahan yang pasti, mereka akan didapati terlalu ringan. Kecuali mereka memperoleh suatu perubahan tabiat yang seksama, mereka tidak akan pernah masuk surga. Orang yang sungguh-sungguh bertobat tidak mempunyai kecendemngan untuk berpikir atau berbicara tentang kesalahan-kesalahan orang lain. Bibirnya disucikan, dan sebagai saksi Allah dia menyaksikan bahwa anugerah Kristus telah mengubah hatinya. Yang akan masuk surga hanyalah mereka yang telah mengalahkan penggodaan dalam berpikir dan membicarakan yang jahat.

Monday, December 6, 2021

Hidup dengan Benar dan Saleh

Senin, 06 Des 2021

Hidup dengan Benar dan Saleh

"Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus" –Titus 2: 12, 13.

Oh, sekiranya hati kita dapat dikesankan dengan pentingnya hidup suci, agar dunia boleh mengetahui bahwa kita telah bersama-sama dengan Yesus, dan telah belajar kepada- Nya. Nilai kekristenan tidaklah tergantung atas talenta-talenta yang cemerlang, kelahiran yang mulia, kuasa-kuasa ajaib, melainkan pada hati yang bersih-suatu hati, yang disucikan dan dihaluskan, merefleksikan rupa Ilahi. Hadirat Allahlah, yang telah menyerahkan hidup-Nya bagi kita, yang menjadikan jiwa itu indah ....Orang yang berdoa adalah orang yang memiliki kuasa.

Janganlah biarkan perkara-perkara kecil menyerap waktu dan perhatianmu. Hendaklah pikiranmu selalu dipelihara pada perkara-perkara mulia dalam Firman Allah. Suatu penyelidikan segala perkara ini akan memberikan kepadamu kekuatan yang akan menyelamatkan engkau melalui segala pencobaan dan kesukaran akhir zaman ini, dan membawa engkau kepada tempat di mana engkau akan berjalan dengan jubah putih bersama Kristus, oleh sebab engkau layak untuk itu. Dalam Firman Allah, yang dipelajari dan dituruti, kita beroleh suatu penuntun dan instruksi rohani bahwa bentuk-bentuk kejahatan yang terburuk dalam diri kita dapat dikalahkan di bawah disiplin hukum-Nya. Jikalau segala pengajaran ini dijadikan pengaruh yang mengawasi di dalam hidup kita, jikalau pikiran dan hati ditaklukkan kepada kuasanya yang menahan kita, maka segala kejahatan yang sekarang ini terlihat di dalam gereja-gereja dan di dalam keluarga-keluarga tidak akan mendapat tempat. Melalui keluarga-keluarga yang bertobat, berkat-berkat yang paling suci akan turun, dan dari keluarga-keluarga ini akan keluar suatu pengaruh yang akan membuat umat Allah menjadi suatu kuasa pada pihak kebenaran.

Sekaranglah waktunya untuk berjaga-jaga dan berdoa, menjauhkan segala pemanjaan diri, segala kesombongan, segala kepentingan diri. Saat-saat berharga yang sekarang ini, oleh banyak orang, digunakan lebih buruk daripada kesia-siaan, seharusnya digunakan dalam meditasi dan doa.

Pada hari ketika Kristus dimahkotai, Dia tidak akan mengakui sebagai milik-Nya sesuatu dari mereka yang cacat atau berkerut atau sejenisnya. Tetapi kepada umat-Nya yang setia Dia akan memberikan mahkota kemuliaan kekal.

Sunday, December 5, 2021

Jadilah Tenang, Supaya Kamu dapat Berdoa

Minggu, 05 Des 2021

Jadilah Tenang, Supaya Kamu dapat Berdoa

"Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa" –1 Petrus 4: 7.

Nasihat kepada Israel modern saat ini adalah, "Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa." "Doronglah juga semua orang muda agar berpikiran tenang atau sadar diri. Dalam segala hal hendaklah engkau sendiri menunjukkan teladan perbuatan yang baik: dalam pengajaranmu tunjukkanlah yang benar, serius, tulus, dengan ucapan yang baik, sehingga engkau tidak dapat dipersalahkan; supaya pihak lawan kita mendapat malu sebab tidak ada keburukan yang dapat dikatakan kepada engkau. Dan doronglah semua hamba menurut kepada tuannya, dan untuk menyenangkan mereka dalam segala hal; tidak melawan kata-katanya kembali; dan tidak mencuri, melainkan menunjukkan kesetiaan yang sempurna, supaya di dalam segala hal mereka menjadi suatu perhiasan bagi pengajaran Allah, Juruselamat kita." Lawanlah musuh itu; janganlah tergoda oleh segala daya tariknya yang membesar-besarkan dan segala pertunjukkannya. Adalah suatu pekerjaan bagi agen manusia agar menjadi kuat, bukan dalam kekuatannya yang fana, melainkan di dalam kekuatan Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.

Kristus telah berkata, "di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Resolusi-resolusi yang engkau boleh lakukan dalam kekuatanmu yang fana, akan hanya menjadi bagaikan tali-tali di pasir; tetapi jikalau enekau berdoa dengan tulus, menyerahkan dirimu, jiwa, tubuh, dan roh, kepada Allah, engkau sedang memakai segala perlengkapan senjata Allah, dan membuka jiwa kepada kebenaran Kristus; maka hanya ini--kebenaran yang diperhitungkan oleh Kristus--menyanggupkan engkau dapat berdiri melawan segala tipu muslihat Iblis. Pekerjaan setiap jiwa adalah menolak musuh dalam kuasa dan kekuatan Tuhan Yesus Kristus, dan janji itu pun berbunyi bahwa Iblis akan lari dari kita. Tetapi hendaklah semuanya menyadari bahwa mereka ada di dalam bahaya, dan tidak ada jaminan keselamatan kecuali mereka sesuai dengan teks ayat itu. Tuhan berkata, "Mendekatlah kepada Allah." Bagaimana? Oleh pemeriksaan, tekun akan hatimu sendiri; dengan menjadi seperti anak-anak, dengan sungguh-sungguh dan rendah hati bergantung pada Allah, memberitahukan kelemahanmu kepada Yesus; dan oleh mengakui segala dosamu. Dengan demikian engkau boleh mendekat kepada Allah, dan Dia akan mendekat kepadamu.

Saturday, December 4, 2021

Menjadi Seperti Pohon Yang Ditanam di Tepi Aliran Air

Renungan Pagi, Sabat, 04 Desember 2021

Menjadi Seperti Pohon Yang Ditanam di Tepi Aliran Air

"Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil" –Mazmur 1: 3.

Bahaya terjadi di setiap jalan, maka barang siapa yang keluar sebagai pemenang akan sesungguhnya beroleh suatu nyanyian kemenangan untuk dinyanyikan dalam kota Allah. Sebagian orang memiliki sifat-sifat karakter yang kuat, yang perlu selalu diusahakan. Jikalau dipelihara di bawah pengawasan Roh Allah, sifat-sifat ini akan menjadi suatu berkat; tetapi jikalau tidak, sifat-sifat itu akan menjadi suatu kutuk. Jikalau sekiranya mereka yang sekarang sedang mengendarai gelombang kepopuleran tidak menjadi sembrono, itu benar-benar akan menjadi mukjizat kemurahan. Jikalau mereka belajar kepada kebijaksanaannya sendiri, seperti banyak orang yang berkedudukan tinggi lakukan, maka kebijaksanaannya itu ternyata akan menjadi kebodohan. Tetapi sementara mereka menyerahkan dirinya dengan tidak mementingkan diri kepada pekerjaan Allah, tidak pernah menyimpang sedikit pun dari prinsip, Tuhan akan memeluk mereka dengan lengan kekal itu dan akan membuktikan pada mereka suatu penolong yang berkuasa.

Ini adalah saat berbahaya bagi siapa pun yang mempunyai talenta-talenta yang sangat bermanfaat dalam pekerjaan Allah; karena setan senantiasa menawarkan segala pencobaannya atas orang yang demikian, senantiasa berusaha mengisi dia dengan kesombongan dan ambisi; maka ketika Allah menggunakan dia, terlalu sering terjadi bahwa dia berdiri sendiri dan dipenuhi oleh diri sendiri, dan merasa sanggup berdiri sendiri.

Doa dan usaha, usaha dan doa, akan menjadi kewajiban hidupmu. Engkau harus berdoa seakan-akan kesempurnaan dan pujian adalah oleh Allah, dan bekerja seakan-akan kewajiban itu adalah hanya milikmu. Jikalau engkau menginginkan kuasa, engkau pun boleh mendapatkannya; kuasa itu sedang menunggumu. Percayalah saja pada Allah, percaya akan perkataan-Nya, bertindak oleh iman, maka berkat-berkat pun akan datang .... Orang-orang yang mempunyai kerendahan hati, hati yang berharap, dan hati yang menyesal, diterima oleh Allah, dan Allah mendengar doanya; maka apabila Allah menolong, segala penghalang pun akan diatasi .... Berkat surga, yang diperoleh dengan permohonan setiap hari, akan menjadi seperti roti hidup kepada jiwa dan akan membuat mereka bertumbuh dalam kuasa moral dan rohani, seperti pohon yang ditanam di tepi aliran sungai.

Friday, December 3, 2021

Menjadi Anak-Anak Allah dan Pewaris Melalui Kristus

Jumat, 03 Des 2021

Menjadi Anak-Anak Allah dan Pewaris Melalui Kristus

"Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah"–Galatia 4: 7.

Orang-orang Galatia menyerahkan diri kepada penyembahan berhala, tetapi ketika rasul-rasul mengajar mereka, maka mereka pun bersuka di dalam pekabaran yang menjanjikan kebebasan dari perbudakan dosa. Rasul Paulus dan teman-temannya bekerja memasyhurkan ajaran tentang dibenarkan oleh iman dalam pengorbanan Kristus yang mendamaikan itu. Mereka membawakan Kristus sebagai Dia, yang melihat mereka yang tidak memiliki harapan dari ras manusia yang telah jatuh, datang untuk menebus pria dan wanita dengan menghidupkan penurutan kepada hukum Allah, dan membayar hukuman karena ketidaktaatan manusia. Maka dalam terang salib, banyak orang yang sebelumnya tidak mengenal Allah yang benar itu, mulai memahami kebesaran kasih Bapa. Demikianlah orang-orang Galatia diajar kebenaran-kebenaran dasar tentang ''Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita." "Karena percaya kepada pemberitaan Injil mereka menerima Roh Allah, dan menjadi anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus."

Cara kehidupan Rasul Paulus sementara berada di antara orang-orang Galatia adalah sedemikian rupa sehingga ia kemudian dapat berl:ata, ''Aku minta kepadamu, saudara- saudara, jadilah sama seperti aku." Bibirnya telah dijamah dengan bara api yang hidup dari mezbah, dan ia pun disanggupkan untuk bangkit di atas segala kelemahan tubuh, dan menawarkan Yesus sebagai pengharapan satu-satunya orang berdosa. Mereka yang mendengar dia mengetahui bahwa dia telah bersama-sama dengan Yesus. Dianugerahi kuasa dari atas, dia pun dapat membandingkan perkara-perkara rohani dengan rohani, dan membongkar benteng-benteng setan. Hati pun hancur oleh pengajarannya mengenai kasih Allah, seperti dinyatakan dalam pengorbanan Anak-Nya yang tunggal, dan banyak orang yang dibawa ingin bertanya, "apakah yang perlu saya lakukan supaya selamat?" Salib membawa kita dekat kepada Allah, mendamaikan kita kepada-Nya. Dengan belas kasihan yang lembut yaitu kasih seorang bapa, Yahwe memandang kesengsaraan yang diderita Anak-Nya agar dapat menyelamatkan ras manusia dari kematian kekal, dan menerima kita di dalam Dia "yang Kukasihi" itu."

Thursday, December 2, 2021

Carilah Tuhan Selama Ia Berkenan Ditemui

Kamis, 02 Des 2021

Carilah Tuhan Selama Ia Berkenan Ditemui

"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!"–Yesaya 55: 6.

Waktunya akan tiba ketika sudah terlambat untuk mencari Tuhan, dan saya telah berpikir bagaimana perasaan kita kelak apabila masa percobaan itu sudah ditutup, dan segala pekerjaan hidup kita pun berakhir. Dengan perasaan yang bagaimanakah kita akan melihat kembali hidup kita yang sudah berlalu? Apakah kita akan lebih tekun berbakti pada Allah daripada sebelumnya? Akankah kita berpikir bahwa kita telah hidup lebih sesuai dengan kehendak-Nya yang telah dinyatakan? Apakah pada waktu itu kita akan diperhitungkan sebagai hamba-hamba yang setia? Apakah yang terjadi jika saat ini kita mendengar suara Kristus berkata, "Sudah selesai"?

Mengingat segala tanggung jawab kudus yang terletak pada kita, hendaklah kita merenungkan hari yang akan datang itu, agar kita dapat mengerti apa yang harus kita lakukan untuk menghadapinya. Dalam pertemuan khusus pada akhir zaman, dalam pendengaran alam semesta, akan dibacakan alasan hukuman orang berdosa itu. Untuk pertama kali para orang tua akan mengetahui rahasia hidup anak-anak mereka. Anak-anak akan melihat bagaimana banyak kesalahan yang mereka telah lakukan terhadap orang tua mereka. Akan terjadi pengumuman mengenai segala rahasia dan motivasi hati; karena apa yang tersembunyi akan dinyatakan kelak. Orang-orang yang telah mempermainkan perkara-perkara kudus yang berhubungan dengan penghakiman, akan menyadari penuh ketika mereka menghadapi kenyataannya yang mengerikan itu. Orang-orang yang telah menghina Firman Allah, pada waktu itu akan menghadapi Penulis segala firman yang diinspirasikan itu Kita tidak dapat hidup tanpa tidak terkait sedikitpun pada hari penghakiman itu; oleh karena meskipun sudah lama tertunda, saat itu sudah dekat, bahkan di depan pintu, dan datang dengan cepat.

Apabila engkau mempertimbangkan segala perkara yang kudus ini, tidakkah engkau menyadarinya, hai orang muda yang kekasih, bahwa engkau harus berhenti dari hidup yang mementingkan diri dan jahat itu-berhenti melakukan kejahatan, dan belajar berbuat baik? Adalah tindakanmu sendiri yang akan membentuk tabiatmu untuk kebinasaan atau untuk kebahagiaan pada zaman kekekalan yang tidak berkesudahan itu.

Maukah engkau mendengar nasihat, "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!?"

Wednesday, December 1, 2021

Sekaranglah Waktu Memeteraikan Itu

Rabu, 01 Des 2021

Sekaranglah Waktu Memeteraikan Itu

"Katanya: 'Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka'"–Wahyu 7:3.

Sekarang setan sedang menggunakan segala cara di waktu pemeteraian ini untuk menjauhkan pikiran umat Allah dari kebenaran zaman ini, dan menyebabkan umat itu bimbang. Saya melihat ada suatu penutup pelindung yang Allah sedang buka di hadapan umat-Nya agar mereka dilindungi pada masa kesusahan; dan setiap jiwa yang memutuskan berada di pihak kebenaran, dan yang hatinya suci, haruslah ditutupi dengan perlindungan Yang Maha Kuasa. Setan mengetahui hal ini, maka ia pun bekerja dengan kuasa yang besar untuk membuat sebanyak mungkin hati orang bimbang dan tidak teguh pada kebenaran. Saya melihat bahwa setan sedang bekerja untuk membingungkan, menipu, dan menarik umat Allah, tepat pada waktu pemeteraian ini. Saya melihat beberapa orang yang tidak berdiri dengan teguh demi kebenaran zaman ini. Lutut mereka sedang gemetar, dan kaki mereka tergelincir karena mereka tidak menjejakkan kaki dengan teguh pada kebenaran.

Setan sedang mencoba segala sesuatu yang ia ketahui untuk menahan mereka pada posisi mereka, hingga waktu pemeteraian itu berlalu, hingga penutup pelindung itu sudah ditarik dari umat Allah, dan mereka pun ditinggalkan tanpa perlindungan atas murka Allah yang bernyala-nyala, dalam tujuh malapetaka yang terakhir.

Kita dibawa keluar dari kegelapan dunia ini ke dalam terang Allah yang ajaib itu. Jikalau kita menerima peta Allah, jikalau jiwa kita dibersihkan dari segala kejatuhan moral, maka meterai Allah itu pun akan ditaruh pada dahi kita, dan kita pun akan bersedia untuk berbagai peristiwa terakhir dalam sejarah dunia ini. Tetapi kita tidak mempunyai waktu lagi. Semakin kita mempelajari hidup Kristus dengan hati yang hendak mengetahui, maka kita semakin menjadi seperti Kristus.

Waktu pemeteraian itu sangat singkat, dan segera akan selesai. Sekaranglah waktunya, sementara keempat malaikat itu masih menahan keempat mata angin, untuk meneguhkan panggilan dan pilihan kita.